Ponsel Bisa Mengurangi Kualitas Hubungan Anda dengan Orang Lain

Oleh : Meine Minke – wirawiri.net

Dalam studi terbaru, sebuah ponsel bisa mengurangi kualitas hubungan dengan orang di dekat Anda dan menghambat kemampuan kita mendekatkan diri dengan orang lain.

Pernahkah Anda mendengar ada ungkapan yang mengatakan ‘telepon genggam atau ponsel itu menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh’?

Rata-rata kita pernah menyaksikan atau berada dalam situasi ini: duduk bersama-sama dengan kawan-kawan, makan bersama sambil saling bertukar cerita, menanggapi berita yang sedang hot, tertawa bersama, tetapi sesungguhnya pikiran kita selalu beralih ke telepon genggam di atas meja di hadapan kita.

Dewasa ini menaruh ponsel di atas meja selagi kumpul-kumpul bersama kawan-kawan sudah menjadi kebiasaan umum karena kita bisa langsung menjangkaunya bila ada telepon masuk, e-mail, BBM,chatting. Kita juga bisa dengan seketika melihat jadwal film, melihat foto atau menunjukkan foto atau bahkan bicara langsung dengan seseorang nun jauh di sana.

Kita boleh berpandangan mendunianya ponsel dapat meningkatkan hubungan antarpersonal karena orang dapat terus berhubungan lewat benda elektronik tersebut. Namun, sebuah studi yang dilakukan  Andrew K. Przybylski dan Netta Weinstein dari University of Essex menunjukkan bahwa ponsel juga bisa mereduksi kemampuan kita berhubung dengan orang lain. Yang menakjubkan, mereka menemukan bukti, bahwa hanya dengan ponsel yang diletakkan di dekat seseorang, tanpa mengoperasikan benda tersebut, ponsel bisa memengaruhi pikiran kita dan merugikan hubungan antarpersonal kita.

Dalam eksperimennya, Przybylski dan Weinstein mengumpulkan orang-orang asing yang tak kenal satu sama lain. Mereka kemudian duduk berpasangan saling berhadapan dan selama 10 menit diminta untuk berdiskusi masalah-masalh mendalam dalam hidup mereka dalam sebulan terakhir. Para narasumber yang tidak tahu apa sebenarnya tujuan eksperimen tersebut diminta menitipkan bawaan mereka masing-masing. Lalu di  sebelah mereka ada sebuah meja yang di atasnya diletakkan dua buah benda. Yang satu adalah buku dan yang satu lagi adalah benda yang menjadi pembeda dalam eksperimen. Beberapa pasangan berdiskusi dengan ponsel yang diletakkan di sebelah buku tersebut dan bebrapa pasangan lagi berdiskusi dengan notebook di samping buku.

Setelah mereka selesai berdiskusi, setiap narasumber mengakhiri sesi dengan menjawab pertanyaan pertanyaan tentang kualitas diskusi (kedekatan di antara mereka) dan sampai seberapa dekat mereka mengenal pasangan diskusinya. Hasilnya, pasangan yang mengobrol dengan ponsel di sebelah buku lebih rendah kualitas hubungannya dan merasa tak begitu dekat dengan orang di hadapannya dibandingkan dengan pasangan yang mengobrol tanpa ponsel.

Przybylski dan Weinstein melanjutkan eksperimen mereka untuk melihat efek kehadiran ponsel lebih mendalam. Kali ini setiap pasangan diarahkan untuk berdiskusi mengenai hal-hal umum (dangkal) atau topik yang mendalam (misalnya pengalaman apa yang paling penting dalam setahun belakangan). Setelah 10 menit berdiskusi, mereka menjawab pertanyaan seputar kualitas percakapan, tingkat kepercayaan mereka terhadap rekan diskusinya, dan empati yang mereka rasakan.

Kehadiran ponsel di samping mereka tak berefek terhadap kualitas hubungan, kepercayaan, empati untuk topik yang umum-umum. Situasinya kontras sekali bila topiknya mendalam. Dengan kehadiran ponsel, mereka mengungkapkan percakapan mereka berlangsung buruk. Para pasangan itu juga merasa lawan bicara mereka kurang berempati terhadap mereka dan mereka pun kurang begitu percaya terhadapsatu sama lain.

Jadi, interaksi dalam situasi yang netral, tanpa kehadiran ponsel, tampaknya akan membantu mendorong kita lebih dekat, lebih terhubung, lebih mudah dipercayai, lebih memiliki empati.  Studi-studi terdahulu telah menduga bahwa karena telepon dewasa ini mampu menyediakan piihan-pilihan beragam dalama hal hiburan dan  interaksi sosial, benda tersebut sering kali mengalihkan perhatian kita dari lingkungan di sekeliling kita, entah pada saat kita berkendara ataupun pada saat kita rapat. Peneltian terbaru ini mengungkapkan, selain bisa menyajikan kepada kita jaringan yang lebih luas untuk kita hubungi, ponsel bisa mengurangi kualitas hubungan kita dan menghambat kemampuan seseorang untuk berhubungan dengan orang-yang berada di dekat kita. Penggunaan ponsel bahkan mengurangi kesadaran sosial kita.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: