Memulai kewajiban dengan hal-hal yang kecil dan sederhana

Oleh : Aris Salman Faris

Suatu ketika ada seorang anak kecil yang bermain di pinggiran sungai, ia sungguh terlihat senang melihat ikan-ikan kecil yang bermain di pinggiran sungai tersebut,. Anak itu pun lantas berhasrat untuk memungut salah satu ikan yang ada disekitar sungai itu, dan dengan susah payah akhirnya diapun berhasil memungut satu ikan kecil. Tetapi tak lama berlalu anak itupun mengembalikan ikan kecil itu ke sungai.

Kemudian tanpa diduga ada seorang kakek tua yang menghampiri anak kecil itu dan bertanya dengan heran “Mengapa kau menangkap dengan susah payah tetapi  mengembalikan ikan kecil itu kembali ke sungai?”, anak itupun menjawab “karena apabila dibiarkan terlalu lama tanpa air, maka ikan ini akan mati”

“Tapikan sungai ini panjang dan luas sekali,” kakek itu membalas jawaban anak kecil itu, dan sambil tersenyum kakek bergumam, “aku ragu apakah usahamu itu sungguh mempunyai arti yang besar,”.

Anak kecil itu pun tersenyum dan berkata kepada kakek “Aku membuat perubahan untuk satu hal. Satu Tindakan Sebuah kebaikan yang sederhana dapat membuat sebuah perubahan untuk keluargamu, temanmu, bahkan untuk wajah wajah asing yang kadang tidak kita kenal”. Saya yakin usahaku sungguh memiliki arti yang besar sekurang-kurangnya bagi yang satu ini (ikan kecil ini).”

Pesan Moral : kadang kadang, kita selalu merasa tidak bisa berbuat apa apa seperti layaknya anak kecil itu, namun walaupun itu cuma tindakan kebaikan sederhana, tapi membuat begitu banyak perbedaan untuk ikan kecil itu sendiri.

Ketika kita memberikan sedikit senyuman untuk orang lain, baik itu keluarga anda, teman anda ataupun orang asing yang anda temui, anda telah membuat perbedaan besar bagi mereka terhadap diri Anda.

Tindakan kecil yang sederhana dapat membuat perbedaan besar kepada seseorang yang sedang membutuhkan. Mengembalikan ikan kecil ke sungai adalah sedikit aksi yang membuktikan kebenaran itu

Kita sering mendambakan untuk melakukan sesuatu yang besar, namun sering kali kita lupa bahwa yang besar itu sering dimulai dengan sesuatu yang kecil. Mulailah berbuat kebajikan pada hal-hal kecil, maka engkau akan diberkati dalam hal-hal besar.

Jangan kita terlalu berharap bisa menginjakan kaki kita pada anak tangga yang ke-10 sebelum meniginjakan kaki kita pada anak tangga yang ke-1, berpikirlah secara realistis yang di awali dengan hal-hal sederhana. Dan jangan sesekali Anda meremehkan hal kecil, karena asumsinya “tidak ada yang kesandung dengan batu yang besar, tetapi kesandung itu bisa terjadi oleh batu-batu yang kecil”

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: