Dimulai Dari Nol Yaaa…

Oleh : Aidil Akbar Madjid – detikfinance

Kata itu sering kita dengar kalau mengisi bahan bakar di SPBU. Arti harfiahnya ya memulai sesuatu dari nol lagi. Sehubungan dengan telah berakhirnya liburan Idul Fitri kemarin maka kita memulai lagi dari nol demikian juga dengan keuangan kita.

Biasanya saya menulis tentang rasio kesehatan keuangan setelah atau mendekati pergantian tahun, tapi momentum jelang tengah tahun pun atau setelah Ulang Tahun kita atau Idul Fitri seperti sekarang bisa dipergunakan untuk kita mengecek apakah keuangan kita sehat.

Di dalam ilmu Perencana Keuangan terdapat rasio keuangan yang lebih simpel dari rasio keuangan perusahaan, yaitu rasio keuangan pribadi dan keluarga. Apa saja yang terdapat dan harus diperhatikan didalam rasio keuangan keluarga?

Terdapat 6 jenis rasio keuangan yang dapat dipakai di Indonesia untuk melihat apakah yang sudah anda lakukan selama ini atau selama setahun terakhir ini masih dalam koridor keuangan yang layak.

1. Likuiditas

Sangat penting untuk mengetahui likuiditas anda yang akan mengindikasikan berapa lama (berapa bulan) anda dapat bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan bulanan anda apabila semua penghasilan tidak ada sama sekali.

Likuiditas ini berhubungan dengan dana cadangan atau dikenal dengan dana darurat. Jumlah minimum yang harus dimiliki adalah sebesar 1 bulan, idealnya 3 bulan, bagi anda yang masih lajang sebesar 2 bulan, idealnya 6 bulan, apabila anda mempunyai 2 tanggungan dan minimum sebesar 3 bulan, idealnya 12 bulan, apabila anda mempunyai 3 tanggungan dan lebih.

Jadi apabila anda sudah terlanjur menggunakan dana ini untuk kebutuhan darurat atau secara ”tidak sengaja” terpakai untuk liburan keluar kota atau keluar negeri, atau apabila dana anda terpakai untuk beli velg dan ban racing baru untuk mobil anda, sebaiknya anda mencicil kembali setiap bulan agar jumlahnya kembali sesuai dengan besaran yang seharusnya.

2. Rasio Aset Cair (likuid) berbanding Kekayaan Bersih (NetWorth)

Rasio ini mengindikasikan jumlah kekayaan bersih anda yang berbentuk kas / tunai atau setara dengan kas saja misalnya tabungan, deposito, emas, reksa dana pasar uang dibandingkan dengan total kekayaan bersih lainnya.

Misalkan anda mempunyai dana kas atau setara kas sejumlah Rp 100 juta dari total kekayaan bersih anda Rp 500 juta (termasuk rumah tinggal dan kendaraan), maka rasio aset cair anda adalah sebesar 1/5 dari kekayaan anda atau sebesar 20%. Adapun dana anda yang harus berbentuk aset cair adalah minimum sebesar 15%.

3. Rasio Utang terhadap Aset

Rasio keuangan ini menunjukan kemampuan anda dalam membayar kewajiban/utang-utangnya. Rasio ini adalah cara lebih luas untuk menghitung tingkat likuiditas. Rasio ini dapat juga dipergunakan untuk menghitung tingkat solvency atau kemampuan membayar utang-utang di mana apabila seluruh aset dijual anda mampu menutupi seluruh utang keluarga yang anda miliki.

Apabila kondisinya aset anda kurang untuk menutupi utang anda (kecuali pinjaman pembelian rumah/KPR), maka anda dapat dikategorikan bangkrut.

4. Rasio Menjaga Utang

Rasio keuangan ini menunjukan seberapa banyak dana dari penghasilan anda yang akan dipakai untuk membayar kembali hutang-hutang. Rasio ini mengindikasikan apakah anda dapat menjaga/memaintain (memenuhi & memelihara) kewajiban-kewajiban anda. Maksimum antara 30%-35% dari penghasilan utama bulanan yang dapat dipakai untuk membayar cicilan bulanan hutang.

5. Rasio Investasi Bersih berbanding Kekayaan Bersih

Rasio ini akan membandingkan nilai Aset yang telah anda Investasikan dengan Nilai Kekayaan Bersih yang anda miliki. Rasio ini sangat membantu dalam menunjukan sampai dimana pengetahuan anda tentang investasi dan akumulasi kekayaannya untuk memenuhi tujuan keuangan.

6. Rasio Tabungan

Rasio ini berguna untuk menunjukan apakah anda telah menabung cukup dana untuk memenuhi kebutuhan keuangan anda di masa yang akan datang. Banyak buku referensi dari luar negeri mengatakan minimum tabungan / investasi bulanan adalah sebesar 10% dari penghasilan.

Akan tetapi yang harus diperhatikan adalah 10% ini untuk standard negara maju (Amerika, Eropa dll) dimana inflasi rata-rata dinegara tersebut adalah dibawah 10%.  Sedangkan di Indonesia dimana inflasi rata-rata di 12% maka minimum tabungan/investasi bulanan adalah 15% dari penghasilan dan idealnya adalah minimum 20%.

Nah anda sudah tahu 6 Rasio Kesehatan Keuangan, silahkan cek keuangan anda apakah sudah sehat atau belum?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: